5 Striker Bola Portugal Selain Ronaldo

5 Striker Bola Portugal Selain Ronaldo – Kita semua udah pada tau ya kalo Cristiano Ronaldo menjadi tulang punggung Timnas Portugal dalam periode yang panjang. Bahkan, ga hanya jadi mesin gol Portugal, tapi juga jadi kapten tim.

Bulan lalu, Cristiano Ronaldo panen pujian karena membukukan hatrrick ke-58 sepanjang kariernya kala itu saat melawan Luksemburg.

Itu termasuk hattrick ke-10 Ronaldo dalam balutan jersey Portugal. Dia menjadi pemain pertama yang membukukan 10 hatrrick untuk negaranya keren.

Pada 2016, Ronaldo membantu Portugal membawa trofi mayor pertamanya pada ajang Piala Eropa. Dia juga menyabet gelar UEFA Nations League.

Striker 36 tahun itu kini menjadi pemain veteran untuk klub dan juga negara. Lemari trofinya juga penuh dengan gelar-gelar di level klub sejak dirinya bermain untuk Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Namun, hanya dua trofi yang didapatnya bersama Portugal.

Portugal diberkati dengan barisan striker yang mumpuni. Namun, kehadiran Ronaldo membuat striker lain hanya jadi bayang-bayang ini kayaknya.

5 Striker Bola Portugal Selain Ronaldo

1. Simao

Simao menikmati karier sepak bola yang gemilang, menjuarai Primera Liga bersama Benfica, serta dua trofi kontinental bersama Atletico Madrid juga.

Meskipun menyuguhkan tampilan gemilang kepada para penggemar terutama selama 7 tahun nih di Benfica, penampilannya untuk Timnas Portugal tidak begitu menonjol sayangnya.

Simao menikmati beberapa penampilan apik untuk Portugal dan sukses mencetak 22 gol dalam 85 pertandingan. Namun, saat ia mulai memasuki masa jayanya, Seleccao mulai nih mengandalkan Cristiano Ronaldo. Dia hanya tampil dalam dalam dua Piala Dunia untuk Portugal, pensiun dari tugas internasional pada usia 31 tahun.

2. Ricardo Quaresma

Populer karena menampilkan keterampilan dan bakatnya yang brilian di kedua sisi lapangan. Pemain sayap tersebut telah bermain di Portugal, Italia, Inggris, dan saat ini di Turki.

Sementara ia berkembang melalui klub-klub top Eropa dan menikmati petualangannya di Sporting, Inter Milan, dan Besiktas, sang bintang sepertinya kesulitan mencapai pengalaman serupa di Timnas Portugal.

Ia lumayan sering masuk skuad sementara untuk kualifikasi Piala Dunia. Namun, Ricardo Quaresma kayaknya kesulitan masuk ke skuad utama Piala Dunia. Dia akhirnya mengakhiri karier lima belas tahun hanya dengan mengecap satu periode Piala Dunia agak miris ya.

Quaresma membantu Portugal maju ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2018. Tetapi, sepertinya timnas betul betul mempertimbangkannya untuk menjadi andalan timnas di sepanjang sebagian besar kariernya. Dan segalanya mungkin lebih baik bagi mantan pemain Besiktas itu jika Ronaldo tidak ada dalam skuad. Ya, karena untuk keberhasilan klub wajar pelatih selektif pemain yang terbaik untuk main.

3. Nani

Ketiga ada Nani, setelah menikmati karier singkat di Sporting Nani pindah ke Manchester United dan berkiprah di sana selama delapan musim. Dia juga dengan cepat menembus skuad utama Portugal punya 112 penampilan bersama Seleccao, dan mencetak 24 gol.

Walaupun Nani tampil lebih dari 100 laga untuk Portugal, Nani juga tak jarang jadi starter di turnamen besar. Lumayan sering hanya jadi pemain pengganti.

Meskipun dia bukan seorang striker mematikan seperti kawan di negarannya. Kecenderungan Nani untuk melepas umpan silang yang akurat dan umpan kunci seharusnya memberinya lebih banyak kesempatan untuk bersinar di skuad. Dia tidak bermain untuk Portugal sejak 2017.

4. Silvestre Valera

Setelah memulai kariernya dengan Sporting dan sering dipinjamkan, Silvestre Valera bergabung dengan Porto dan menemukan kembali pijakannya. Dia menikmati pengalamannya di sana selama hampir satu dekade & dipanggil ke Timnas Portugal pada 2010.

Sebagian besar karier internasionalnya diisi dengan duduk di bangku cadangan saja dimulai dengan penampilan pertamanya melawan China ketika masuk di babak kedua. Saat terpilih untuk Euro 2012, ia hanya berhasil tampil sebagai pemain pengganti, meskipun pada akhirnya mencetak gol kemenangan di menit akhir untuk Portugal melawan Denmark.

Dia mencetak gol lagi di menit-menit akhir di Piala Dunia 2014, tetapi sayangnya sang bintang jarang menemukan peluang lagi setelah itu.

5. Helder Postiga

Terakhir, penampilan Helder Postiga untuk Porto membuat striker itu menjadi bintang di negara asalnya. Ia menghabiskan enam musim bermain untuk tim Primera Liga. Di sana ia ia memenangkan sebanyak delapan trofi, bermain lebih dari 150 penampilan, dan berhasil mencetak 48 gol.

Tentu saja ia dipanggil Timnas Portugal. Namun, meskipun menghabiskan 11 tahun bersama Seleccao, sang bintang kesusahan mempertahankan penampilan yang konsisten di lapangan.

Sementara Postiga tampil di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006, ia lebih banyak di bangku cadangan, dimulai di Euro 2008. Ia kemudian tak dipanggil untuk Piala Dunia 2010 lalu.

Dia bergabung ke Timnas Portugal untuk Piala Dunia 2014 setelah mencetak enam gol selama babak kualifikasi, tapi itu menjadi turnamen terakhirnya untuk Portugal.

Itulah beberapa striker bola portugal yang layak dipertimbangkan sekaligus dimatangkan lagi oleh pelatih timnas. Memang ada pemain yang lebih senior, unggul, menang kompetisi banyak di berbagai liga. Tetapi apa salahnya juga memberikan kesempatan untuk yang dibawahnya juga tampil.

Selain hanya untuk menguji kualitas mereka hal ini kan juga bisa menjadi kesempatan bagi pemain striker portugal agar merasakan setidaknya lapangan ketika piala dunia. Tentu persiapan skills bola saja tidak cukup, pemain striker juga perlu untuk digempur mentalnya bukan?

Baca juga : 7 Striker Bola Germain Terbaik di Dunia